Berorganisasi : Pelajaran Kehidupan
Untuk Menjadi Pemimpin
Kepemimpinan
berasal dari kata pimpin yang berkaitan dengan pemimpin dan cara memimpin.
Kepemimpinan merupakan sesuatu hal yang penting dalam sebuah organisasi.
Berhasil tidaknya suatu organisasi ditentukan oleh sumber daya manusia yang ada
dalam organisasi tersebut. Sejatinya setiap manusia merupakan seorang pemimpin
sesuai dengan firman Allah dalam Q.S Al-Baqarah ayat 30 yang artinya “Ingatlah ketika Tuhanmu
berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan
seorang khalifah di muka bumi." mereka berkata: "Mengapa Engkau
hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan
padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji
Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku
mengetahui apa yang tidak kamu ketahui." Oleh karena itu pastilah dalam diri manusia terdapat sifat-sifat
menjadi seorang pemimpin yang baik. Sifat-sifat untuk menjadi seorang pemimpin
yang baik diantaranya :
1.
Jujur, seorang pemimpin yang baik
menunjukkan ketulusan, integritas, dan keterbukaan dalam setiap tindakannya.
2.
Kompeten, tindakan seorang pemimpin
haruslah berdasar pada penalaran dan prinsip moral, bukannya menggunakan emosi
kanak-kanak dalam mengambil suatu keputusan.
3.
Berpandangan ke depan dan menetapkan
tujuan, dalam menetapkan tujuan, seorang pemimpin perlu menanamkan pemikiran
bahwa tujuan itu adalah milik seluruh organisasi.
4.
Memberi inspirasi, dalam mengerjakan
setiap tugas, seorang pemimpin harus menunjukkan rasa percaya diri, ketahanan
mental, fisik, dan spiritual.
5.
Cerdas, seorang pemimpin yang efektif
harus memiliki kemauan untuk terus membaca, belajar, dan mencari tugas-tugas
yang menantang kemampuannya.
6.
Berpikiran adil, prasangka adalah musuh
dari keadilan. Seorang pemimpin yang baik akan memperlakukan semua orang dengan
adil. Ia menunjukkan empatinya dengan bersikap peka terhadap perasaan, nilai,
minat, dan keberadaan orang lain.
7.
Berpikiran luas, pemimpin yang baik
menyadari setiap perbedaan yang ada dalam ruang lingkup kepemimpinannya dan mau
menerima segala perbedaan itu.
8.
Berani, seorang pemimpin yang baik
selalu berusaha semaksimal mungkin untuk mencapai tujuan, bukannya terus-terusan
berusaha mengatasi berbagai halangan yang memang sulit untuk diatasi. Biasanya,
meskipun sedang berada di bawah tekanan, ia tetap tenang dan menunjukkan rasa
percaya diri.
9.
Tegas, seseorang tidak dapat menjadi
seorang pemimpin yang baik bila tidak tegas dalam mengambil keputusan tepat di
saat yang tepat.
10. Imajinatif,
Inovasi dan kreativitas diperlukan dalam suatu kepemimpinan. Kreativitas pemimpin dapat misalnya dengan memikirkan
tujuan dan gagasan baru yang lebih baik, dan menemukan solusi baru dalam memecahkan
masalah.
Setiap manusia pasti mempunyai salah satu sifat
yang dijelaskan di atas. Ada beberapa orang yang dalam memimpin suatu
organisasi memiliki kelebihan yaitu dalam salah satu sifat tertentu dan
kekurangan dalam salah satu sifat tertentu. Sifat-sifat sebagai pemimpin yang
baik yang saya miliki adalah jujur, yaitu dengan saling terbuka dengan
siapapun. Sifat selanjutnya adalah berpikiran adil, yaitu dengan tidak mudah
percaya atas ucapan orang lain tanpa bukti nyata. Oleh karena itu saya berusaha
untuk mengklarifikasi lebih lanjut kepada orang-orang yang terlibat dalam
permasalahan sehingga saya dapat memutuskan solusi baru dengan adil tanpa
membuat salah satu pihak yang bermasalah merasa dirugikan. Saya juga memiliki
orientasi ke depan atau tujuan yang konsisten dan dalam mencapai tujuan
tersebut agar terlaksana saya berani untuk mengambil langkah-langkah baru yang
tidak sama seperti sebelumnya walaupun terdapat risiko. Saya berusaha
mengantisipasi risiko tersebut dengan
agar tidak terjadi dan jikalau memang risiko tersebut ternyata terjadi
maka saya menggunakan langkah lain yang sudah direncanakan di awal jika sesuatu
yang tidak diharapkan terjadi. Saya kurang tegas dalam hal untuk berkomunikasi
dan menyampaikan sesuatu ke orang lain, karena saya masih merasa takut jika
intonasi saya dalam menyampaikan tersebut menyakiti hati orang lain walau saya
bermaksud baik. Saya juga mudah terbawa perasaan yang berlebihan jika ada
seseorang yang berbicara dengan saya dan dalam penyampaiannya itu dengan intonasi
yang keras sehingga saya merasa tersinggung atau sakit hati karena hal
tersebut. Kekurangan inilah yang menyebabkan saya gampang beremosi
kekanak-kanakan dan tidak berpikir secara dewasa. Oleh karena itu saya mencoba
mengurangi kekurangan-kekurangan tersebut agar dapat menjadi pemimpin yang baik
dengan sepenuhnya dengan melatihnya dalam berorganisasi. Dalam beorganisasi
saya dipercaya untuk mengemban amanah dan dalam proses saya menjalankan amanah
tersebut terdapat banyak pelajaran kehidupan yang sangat berharga. Salah satu
pelajaran tersebut adalah saya dapat melatih mental dan emosi saya agar
dapat berpikir secara dewasa dalam menghadapi suatu masalah baik masalah pribadi
maupun masalah dalam berorganisasi. Dengan seperti itu kemampuan saya dalam
memanajemen terhadap konflik yang terjadi dapat berkembang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar