Kamis, 21 Maret 2019

Berorganisasi : Pelajaran Kehidupan Untuk Menjadi Pemimpin

Kepemimpinan berasal dari kata pimpin yang berkaitan dengan pemimpin dan cara memimpin. Kepemimpinan merupakan sesuatu hal yang penting dalam sebuah organisasi. Berhasil tidaknya suatu organisasi ditentukan oleh sumber daya manusia yang ada dalam organisasi tersebut. Sejatinya setiap manusia merupakan seorang pemimpin sesuai dengan firman Allah dalam Q.S Al-Baqarah ayat 30 yang artinya “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui." Oleh karena itu pastilah dalam diri manusia terdapat sifat-sifat menjadi seorang pemimpin yang baik. Sifat-sifat untuk menjadi seorang pemimpin yang baik diantaranya :

1.      Jujur, seorang pemimpin yang baik menunjukkan ketulusan, integritas, dan keterbukaan dalam setiap tindakannya.
2.      Kompeten, tindakan seorang pemimpin haruslah berdasar pada penalaran dan prinsip moral, bukannya menggunakan emosi kanak-kanak dalam mengambil suatu keputusan.
3.      Berpandangan ke depan dan menetapkan tujuan, dalam menetapkan tujuan, seorang pemimpin perlu menanamkan pemikiran bahwa tujuan itu adalah milik seluruh organisasi.
4.      Memberi inspirasi, dalam mengerjakan setiap tugas, seorang pemimpin harus menunjukkan rasa percaya diri, ketahanan mental, fisik, dan spiritual.
5.      Cerdas, seorang pemimpin yang efektif harus memiliki kemauan untuk terus membaca, belajar, dan mencari tugas-tugas yang menantang kemampuannya.
6.      Berpikiran adil, prasangka adalah musuh dari keadilan. Seorang pemimpin yang baik akan memperlakukan semua orang dengan adil. Ia menunjukkan empatinya dengan bersikap peka terhadap perasaan, nilai, minat, dan keberadaan orang lain.
7.      Berpikiran luas, pemimpin yang baik menyadari setiap perbedaan yang ada dalam ruang lingkup kepemimpinannya dan mau menerima segala perbedaan itu.
8.      Berani, seorang pemimpin yang baik selalu berusaha semaksimal mungkin untuk  mencapai tujuan, bukannya terus-terusan berusaha mengatasi berbagai halangan yang memang sulit untuk diatasi. Biasanya, meskipun sedang berada di bawah tekanan, ia tetap tenang dan menunjukkan rasa percaya diri.
9.      Tegas, seseorang tidak dapat menjadi seorang pemimpin yang baik bila tidak tegas dalam mengambil keputusan tepat di saat yang tepat.
10.  Imajinatif, Inovasi dan kreativitas diperlukan dalam suatu kepemimpinan. Kreativitas  pemimpin dapat misalnya dengan memikirkan tujuan dan gagasan baru yang lebih baik, dan menemukan solusi baru dalam memecahkan masalah.

 Setiap manusia pasti mempunyai salah satu sifat yang dijelaskan di atas. Ada beberapa orang yang dalam memimpin suatu organisasi memiliki kelebihan yaitu dalam salah satu sifat tertentu dan kekurangan dalam salah satu sifat tertentu. Sifat-sifat sebagai pemimpin yang baik yang saya miliki adalah jujur, yaitu dengan saling terbuka dengan siapapun. Sifat selanjutnya adalah berpikiran adil, yaitu dengan tidak mudah percaya atas ucapan orang lain tanpa bukti nyata. Oleh karena itu saya berusaha untuk mengklarifikasi lebih lanjut kepada orang-orang yang terlibat dalam permasalahan sehingga saya dapat memutuskan solusi baru dengan adil tanpa membuat salah satu pihak yang bermasalah merasa dirugikan. Saya juga memiliki orientasi ke depan atau tujuan yang konsisten dan dalam mencapai tujuan tersebut agar terlaksana saya berani untuk mengambil langkah-langkah baru yang tidak sama seperti sebelumnya walaupun terdapat risiko. Saya berusaha mengantisipasi risiko tersebut dengan  agar tidak terjadi dan jikalau memang risiko tersebut ternyata terjadi maka saya menggunakan langkah lain yang sudah direncanakan di awal jika sesuatu yang tidak diharapkan terjadi. Saya kurang tegas dalam hal untuk berkomunikasi dan menyampaikan sesuatu ke orang lain, karena saya masih merasa takut jika intonasi saya dalam menyampaikan tersebut menyakiti hati orang lain walau saya bermaksud baik. Saya juga mudah terbawa perasaan yang berlebihan jika ada seseorang yang berbicara dengan saya dan dalam penyampaiannya itu dengan intonasi yang keras sehingga saya merasa tersinggung atau sakit hati karena hal tersebut. Kekurangan inilah yang menyebabkan saya gampang beremosi kekanak-kanakan dan tidak berpikir secara dewasa. Oleh karena itu saya mencoba mengurangi kekurangan-kekurangan tersebut agar dapat menjadi pemimpin yang baik dengan sepenuhnya dengan melatihnya dalam berorganisasi. Dalam beorganisasi saya dipercaya untuk mengemban amanah dan dalam proses saya menjalankan amanah tersebut terdapat banyak pelajaran kehidupan yang sangat berharga. Salah satu pelajaran tersebut  adalah  saya dapat melatih mental dan emosi saya agar dapat berpikir secara dewasa dalam menghadapi suatu masalah baik masalah pribadi maupun masalah dalam berorganisasi. Dengan seperti itu kemampuan saya dalam memanajemen terhadap konflik yang terjadi dapat berkembang.